Ketua Umum Gapmmi Adhi S Lukman menuturkan industri makanan dan minuman (mamin) membutuhkan garam impor mencapai 550 ribu ton setiap tahunnya. Namun, tahun ini pemerintah hanya memberikan kuota sebanyak 300 ribu ton.
"Kami sudah mengajukan, kami sudah sampaikan stok kami terus nanti dirapatkan oleh pemerintah, belum putus hasilnya," ucap Adhi, Rabu (17/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Seperti ini jangan dipersulit nanti ada inovasi tapi kalau tidak ada bahan baku sama saja bohong," ujar Adhi.
"Kalau bahan baku habis ya produksi berhenti, kami tidak mau berhenti," imbuhnya.
Ia menegaskan industri tak bisa menggunakan garam lokal lantaran kandungannya yang berbeda. Salah satunya, seperti kadar air garam lokal yang dianggap terlalu tinggi dibandingkan dengan yang impor.
"Karena kebanyakan dari stok yang ada sekarang di dalam negeri itu kadar airnya tinggi, kami butuh yang 0,5 persen," pungkas dia. (aud/agt)