General Manager (GM) PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) John Anis mengatakan manajemen masih melakukan beberapa proses untuk mengebor dua sumur eksplorasi itu. Pengeboran ini diklaim lebih dalam dari sumur-sumur sebelumnya.
"Cadangan baru itu perlu, pada 2020 lagi siapkan akan ada ada dua sumur yang kami siapkan. Dua sumur kami eksplor lagi untuk masa depan Blok Mahakam," ucap John, Kamis (18/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami berkomitmen untuk investasi dalam rangka menjaga produksi, jadi memang harus agresif untuk bor sumur," kata John.
"Pada 2018 kami bor 62 sumur, investasi dilakukan secepat mungkin," katanya.
Dari segi produksi, Pertamina mencatat jumlahnya lima persen di atas prediksi sebelumnya. Namun, John mengakui produksi Blok Mahakam saat ini masih di bawah target yang dipasang pemerintah mencapai 1.100 standar kubik per hari (mmscfd).
"Angka 1.100 mmscfd itu kan dibuat pada 2014, persiapan alih kelola 2015 itu adalah penentuan Blok Mahakam dikelola Pertamina atau operator lain, kondisi Mahakam dinamis, prediksi itu meleset," ucapnya.
Maka itu, ia menilai seharusnya pemerintah mengukur kembali target yang sebelumnya ditetapkan. Masalahnya, jumlah cadangan gas tak lagi sebanyak dulu saat Blok Mahakam masih dikelola oleh Chevron.
"2014 terlalu agresif, terlalu optimis," pungkas John.
[Gambas:Video CNN]
(aud/agt)