Menteri Rini Bantah akan Rombak Direksi BUMN Besar

CNN Indonesia | Jumat, 19/07/2019 17:03 WIB
Menteri Rini Bantah akan Rombak Direksi BUMN Besar Menteri BUMN Rini Soemarno membantah akan merombak direksi BUMN secara besar-besaran.(CNN Indonesia/Christie Stefanie)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno membantah akan melakukan perombakan besar-besaran terhadap susunan direksi lima perusahaan pelat merah melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang akan digelar dalam waktu dekat. Meski begitu, ia membenarkan bila ada lima BUMN yang akan menyelenggarakan RUPSLB.

"Siapa yang ngomong? Memangnya saya ngomong begitu? Tidak kan. Kalau ada RUPSLB memang harus merombak? Kan tidak," ujar Rini di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (19/7).

Ia menekankan perombakan direksi sejatinya hanya akan mengacu pada hasil evaluasi kinerja masing-masing direksi. Evaluasi itu biasanya dilakukan setelah direksi bekerja selama enam bulan.


"Kami lihat hasil enam bulan bagaimana, jadi tidak ada pembicaraan untuk merombak. Kita lihat saja nanti," katanya.


Sebelumnya, Kementerian BUMN menyatakan akan ada lima perusahaan negara yang menyelenggarakan RUPSLB, yaitu PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI, dan PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk.

Deputi Jasa Keuangan, Survei dan Konsultan Kementerian BUMN Gatot Trihargo mengatakan penyelenggaraan RUPSLB dilakukan dengan agenda penyampaian laporan keuangan BUMN selama semester I 2019 dan perubahan susunan pengurus perseroan.

Agenda lain pembahasan aksi korporasi yang memerlukan persetujuan pemegang saham seperti penerbitan surat utang (bond) dan akuisisi.

[Gambas:Video CNN]
(uli/agt)