Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengatakan setidaknya ada tiga komitmen investasi yang akan ditandatangani pada pertemuan pekan depan. Pertama, kerja sama di proyek pembangunan fasilitas pengolahan minyak atau kilang proyek revitalisasi (Refinery Development Master Plan/RDMP) Balikpapan di Kalimantan Timur.
RDMP Balikpapan tersebut merupakan satu dari enam megaproyek kilang yang tengah dibangun oleh PT Pertamina (Persero). Kedua, kerja sama di pengembangan industri petrokimia dengan PT Chandra Asri Petrochemical Tbk.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Membaca Tanda-tanda Ekonomi Lesu |
Ketiga, kerja sama dengan PT Pelabuhan Indonesia Maspion di Surabaya, Jawa Timur. "Ketiganya itu pasti ditandatangani, tapi kami tawarkan juga yang lain," ungkap Jonan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (19/7).
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menambahkan penawaran investasi kepada Abu Dhabi merupakan bukti nyata bahwa pemerintah serius mengatasi masalah minimnya gairah investasi di Indonesia. Untuk itu, pemerintah menawarkan berbagai proyek ke semua negara.
Lebih lanjut, pemerintah Indonesia sejatinya menyiapkan banyak proyek infrastruktur dan industri untuk disodorkan kepada Abu Dhabi. Namun, kepala negara meminta proyek yang disodorkan harus yang paling siap dan menarik.
"Presiden minta juga tawarkan Sei Mangkei, Danau Toba, dan Mandalika. Semuanya kami siapkan list ada 21 proyek nilainya US$9 miliar," ujarnya.
[Gambas:Video CNN] (uli/agt)