Menteri Pariwisata Arief Yahya menjelaskan proyeksi devisa tersebut berasal dari perhitungan potensi jumlah wisatawan mancengara (wisman) yang diharapkan masuk sebanyak 4,5 juta orang dan belanja US$1.000 per orang.
Proyeksinya, Danau Toba akan dikunjungi oleh satu juta wisman, B Borobudur 2 juta wisman, Mandalika 1 juta wisman, dan Labuan Bajo 500 ribu wisman.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, proyeksi sumbangan devisa itu baru bisa didapat pada 2025 lantaran pemerintah masih mengejar berbagai pengembangan infrastruktur fasilitas di empat destinasi wisata prioritas itu. Targetnya, pembangunan infrastruktur baru selesai pada 2020.
Sebelumnya, kepala negara menginstruksikan para pembantunya agar bisa mempercepat pembangunan infrastruktur di empat destinasi wisata prioritas demi mendatangkan devisa bagi negara. Sejumlah infrastruktur pendukung yang perlu dikejar, yaitu bandara, pelabuhan, hingga jalan menuju lokasi wisata.
"Saya sudah sampaikan pada menteri tahun depan harus diselesaikan. Karena memang ada peluang besar bagi kita untuk menarik wisatawan dari mancanegara yang diharapkan menghasilkan devisa sebanyak-banyaknya," ujarnya.
Tak hanya mengejar pengembangan infrastruktur, Jokowi juga meminta kepala daerah setempat memperhatikan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang ada di lokasi wisata, seperti para pedagang, karyawan hotel, hingga pemilik kapal, dengan melakukan pelatihan.
"Sehingga bisa betul-betul mampu melayani wisatawan dengan baik dengan ramah tamah, melayani dengan senyuman," ujarnya.
[Gambas:Video CNN][Gambas:Video CNN]