Anggota Banggar DPR dari Fraksi PPP Iskandar Dzulkarnain Syaichu mengatakan lembaga legislatif menyetujui peningkatan utang demi mendukung belanja negara dan menjaga defisit anggaran dan keseimbangan primer. Proyeksinya, defisit anggaran akan membengkak mencapai 1,93 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) pada akhir tahun.
"Ini berarti lebih tinggi dari rencana di APBN 2019 sebesar 1,84 persen dari PDB," ungkap Iskandar di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Senin (22/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk itu, prognosis pembiayaan utang diperkirakan mencapai Rp193,4 triliun, terutama yang bersumber dari SBN Netto sebesar Rp186,1 triliun," terangnya.
Lalu, pembiayaan yang bersumber dari pemberian pinjaman juga tetap Rp2,35 triliun. Kemudian, kewajiban penjaminan tetap nol dan pembiayaan lainnya tetap Rp15 triliun, sehingga Saldo Anggaran Lebih (SAL) tetap Rp39,59 triliun.
Sementara per semester I 2019, sumbangan pembiayaan utang kepada APBN telah mencapai Rp180,45 triliun. Jumlah tersebut telah mencapai sekitar 50,2 persen dari pagu yang disiapkan.
Sedangkan defisit anggaran sebesar 0,84 persen dari PDB dan keseimbangan primer negatif Rp977,2 miliar. Hal ini terjadi karena pendapatan negara sebesar Rp898,76 triliun, namun belanja negara telah mencapai Rp1.034,51 triliun.
[Gambas:Video CNN]
(uli/agt)