Tak cuma merombak manajemen, JK juga mendorong teknologi pengelolaan perusahaan, menyusul pengunduran diri komisarisnya, Roy Maningkas, terkait proyek pengolahan bijih besi. Roy menilai proyek pengolahan bijih besi ganjil dan berpotensi membuat perseroan rugi lebih parah.
Menurut JK, perseroan terus merugi karena tak terlepas dari peralatan yang ketinggalan zaman dan tak mampu bersaing dengan produk baja impor yang lebih murah dibanding China.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
KS mengalami kesulitan keuangan dan terlilit utang hingga mencapai Rp30 triliun. Oleh karena itu, JK menuturkan perseroan harus melakukan perbaikan agar dapat bersaing.
Roy sebelumnya mengundurkan diri karena Kementerian BUMN menolak opini ketidakpuasan (dissenting opinion) yang ia ajukan terhadap tingkat kemajuan pabrik blast furnace yang diinisiasi perusahaan sejak 2011.
Di dalam surat tersebut, ia menyebut proyek pengolahan bijih besi tersebut ganjil dan berpotensi membuat KS didera rugi lebih dalam. Keganjilan tersebut didasarkan pada proses produksi yang dilakukan dan proses uji kelayakan proyek blast furnace.
[Gambas:Video CNN] (pris/bir)