Tapi, penguatan tersebut ia perkirakan akan terbatas. Menurut perkiraannya, IHSG akan bergerak di kisaran support 6.361- 6,383 dan level resistance 6.440-6.475.
"Penguatan terbatas diakibatkan karena minimnya sentimen," katanya seperti dikutip dari risetnya, Rabu (24/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:IHSG Masih Lesu Tak Berdaya ke Level 6.403 |
Ia merekomendasikan saham-saham yang dapat dikoleksi saat indeks melemah antara lain saham PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP), PT Malindo Feedmill Tbk (MAIN), PT HM Sampoerna Tbk (HMSP), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN), PT Medco Energi International Tbk (MEDC), Summarecon Agung Tbk (SMRA), PT United Tractors Tbk (UNTR), dan PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES).
Mengutip Reuters, saham-saham utama Wall Street menguat, bahkan S&P 500 dan Nasdaq mendekati rekor tertinggi pada perdagangan Selasa (22/7).
Kenaikan saham dipicu oleh rilis laporan keuangan dari Coca-Cola dan United Technologies. Investor juga menunjukkan optimisme jika AS mampu menyelesaikan konflik dagang dengan China. Indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,65 persen menjadi 27.349, S&P 500 naik 0,68 persen menjadi 3.005, dan Nasdaq Composite naik 0,58 persen menjadi 8,251.
[Gambas:Video CNN]
(ulf/agt)