Kegentingan tersebut mereka sampaikan dalam update Outlook Ekonomi Dunia kuartalan yang mereka keluarkan kemarin. Dalam outlook tersebut mereka meramalkan ekonomi dunia pada tahun ini hanya akan menyentuh 3,2 persen, atau turun dibandingkan proyeksi April yang masih 3,3 persen.
Sementara itu untuk 2020, mereka meramalkan ekonomi dunia akan tumbuh 3,5 persen, lebih rendah dibandingkan proyeksi sebelumnya yang 3,6 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Percuma Ekonomi Tumbuh Kalau Kemakmuran Semu |
Dua permasalahan tersebut mengakibatkan ekonomi dunia sulit untuk berlari dengan kencang. "Pertumbuhan ekonomi global lambat dan genting. Kondisi tersebut terjadi akibat ketidakpastian ketegangan dagang yang tinggi meski AS dan China berupaya untuk gencatan senjata dan prospek Brexit," katanya seperti dikutip dari AFP, Rabu (24/7).
IMF menyatakan agar kekhawatiran tersebut tidak benar-benar terjadi, ketidakpastian ekonomi global harus segera dihentikan. Mereka menekankan bahwa penyelesaian ketidakpastian ekonomi global menjadi masalah paling mendesak untuk segera dibenahi agar ekonomi dunia bisa tumbuh dengan baik.
Salah satu penyelesaian ketidakpastian yang mereka ingin segera dilakukan adalah soal kebijakan perang tarif. IMF minta semua negara tidak lagi menggunakan serangan tarif untuk menyelesaikan konflik dagang mereka.
"Salah langkah dalam mengambil kebijakan untuk mengatasi masalah tersebut bisa memberikan efek melemahkan pada pertumbuhan dan penciptaan lapangan kerja," katanya.
[Gambas:Video CNN] (afp/agt)