Rinciannya, kontribusi aliran kredit bank umum mencapai Rp5.220 triliun dan ULN Rp2.133 triliun.
Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara bilang kontribusi kedua sumber pembiayaan tersebut terus meningkat, meskipun bank sentral mengeluarkan kebijakan peningkatan suku bunga acuan sebanyak empat kali dalam setahun terakhir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Percuma Ekonomi Tumbuh Kalau Kemakmuran Semu |
Tercatat, pembiayaan dari kredit bank umum tumbuh 10,05 persen secara tahun berjalan dari Mei 2018 ke Mei 2019. Sementara, pertumbuhan sumber pembiayaan dari ULN tumbuh 10,5 persen.
Sisanya, sumber pembiayaan bagi perekonomian domestik tersebar berasal dari pasar modal sebesar Rp9,22 triliun dengan pertumbuhan 8,09 persen. Lalu, Industri Keuangan Non Bank (IKNB) Rp698 triliun dengan pertumbuhan 9,28 persen.
Kemudian, kredit Bank Perkreditan Rakyat (BPR) sebesar Rp105 triliun. Pembiayaan dari sumber ini tumbuh 10,84 persen.
Dari sisi pertumbuhan, sumber pembiayaan terbesar berasal dari perusahaan finansial teknologi (fintech) yang mencapai 274,73 persen. Namun, secara nilai, sumbangan pembiayaan yang diberikan masih paling minim, yakni hanya Rp8,3 triliun.
"Debitur fintech terus meningkat, padahal bunganya tinggi. Artinya memang masih banyak masyarakat yang butuh sumber pembiayaan untuk produksi dan konsumer," jelasnya.
[Gambas:Video CNN] (uli/bir)