Pemerintah akan menghitung dampak pembangunan nasional terhadap pertumbuhan ekonomi dan nilai ekonomi dari sumber daya alam (SDA) di dalam negeri yang terjadi selama ini agar lebih jelas. Dalam menghitungnya, Bappenas akan bekerja sama dengan Bank Dunia.
Kerja sama akan dilakukan melalui program Wealth Accounting and the Valuation of Ecosystem Services (WAVES).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Arifin belum bisa memastikan perubahan seperti apa yang akan dilakukan dalam rancangan pembangunan ke depannya. Ia juga enggan memproyeksi apakah pihaknya akan merekomendasikan untuk mengurangi pembangunan untuk suatu proyek tertentu bila terbukti membuat nilai kekayaan alam turun drastis akibat proses tersebut.
"Ke depan kami lihat perkembangan seperti apa, menambahkan ke pertumbuhan ekonomi berapa dan ke sumber daya alam seperti apa. Ini agar ada keseimbangan," ujar Arifin.
[Gambas:Video CNN]
Ia mengatakan penghitungan ini akan mempengaruhi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Negara (RPJMN) 2020-2024. Hanya saja, belum ada kepastian skenario apa saja yang akan dipilih oleh pemerintah.
"Dengan data-data ini kami buat skenario, skenario itu pilihan-pilihan misalnya mau tumbuh 7 persen untuk ekonomi tapi dampaknya seperti apa ke lingkungan. Itu contoh," jelas dia.
Arifin menambahkan RPJMN 2020-2024 baru akan diputuskan setelah presiden dan wakil presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin dilantik pada Oktober 2019 mendatang. "Skenarionya nanti di-update lagi," pungkas Arifin. (aud/agt)