Berdasarkan laporan keuangan Starbucks, penjualan di gerai yang baru beroperasi tumbuh 6 persen secara global pada kuartal ketiga periode tahun buku AS.
Mengamati kinerja keuangan kuartal tersebut, Johnson mengatakan perusahaan meningkatkan prospek keuangan tahun ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada kuartal ketiga, perusahaan membuka 442 gerai baru, sepertiga di antaranya berada di China. Perusahaan penjual kopi itu menutup periode kuartal ketiga dengan lebih dari 30.600 gerai.
Starbucks juga menjadikan program hadiahnya lebih menarik. Hal itu diklaim membantu menambah 14 persen lebih banyak pelanggan aktif hingga mencapai 17,2 juta orang secara keseluruhan.
Upaya itu telah membantu Starbucks meningkatkan operasional di dua pasar terbesarnya, yakni AS dan China. Penjualan di wilayah AS setidaknya tumbuh 7 persen dalam perhitungan tahunan. Di China, angka pertumbuhannya tercatat sekitar 6 persen.
"Starbucks berkinerja sangat baik di sejumlah area di negara-negara itu," kata Johnson dalam sebuah pernyataan seperti dikutip CNN.com, Jumat (26/7).
Perusahaan juga berfokus pada peningkatan pengalaman pelanggan di kedai kopi dan memperluas cakupan pengiriman, kendati strategi pengiriman belum mulai membuahkan hasil yang signifikan.
[Gambas:Video CNN]
Menurut dia, strategi pengiriman adalah peluang pertumbuhan jangka panjang yang penting karena pelanggan meningkatkan permintaan karena kenyamanan.
Sebelumnya, Starbucks bekerja sama dengan Uber Eats untuk memperluas strategi pengiriman di Amerika Serikat. Saham perusahaan naik sekitar 6 persen setelah pasar tutup. (cnn.com/lav)