Secara persentase, peningkatan investasi kali ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan 2018 lalu yang hanya bertumbuh 7,4 persen. Dari sisi porsi realisasi, jumlah pencapaian investasi semester I 2019 ini setara dengan 49,9 persen dari target sepanjang tahun ini yang mencapai Rp792 triliun.
Kepala BKPM Thomas Lembong mengatakan aliran investasi mulai kembali deras ke Indonesia pasca pemilihan umum (pemilu) pada April 2019 lalu. Secara historis, jumlah investasi akan meningkat usai pesta demokrasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Plt Deputi bidang Pengendalian dan Pelaksanaan Penanaman Modal BKPM Farah Ratnadewi Indriani merinci Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dari Januari sampai Juni 2019 meningkat 16,4 persen menjadi Rp182,8 triliun, dan PMA Rp212,8 triliun atau naik 4 persen.
"Dari sektornya paling banyak masih infrastruktur, seperti transportasi, telekomunikasi, pembangkit listrik, dan konstruksi," imbuh Farah.
"Realisasi investasi di luar Pulau Jawa meningkat, ini cukup menggembirakan. Semoga ini terus dikembangkan," terang dia.
Selanjutnya, porsi investasi asing juga bisa dibilang hampir sama dengan sebelumnya. Singapura masih menjadi negara penyumbang investasi terbesar dengan nilai US$3,4 miliar.
Diikuti oleh Jepang US$2,4 miliar, China Rp2,3 miliar, Hong Kong US$1,3 miliar, dan Malaysia US$1 miliar.
[Gambas:Video CNN] (aud/bir)