Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan volume tumpahan minyak di blok Offshore North West Java (ONWJ) kini tercatat sebesar 300 bph.
"Minggu lalu, kami menyampaikan sekitar 3.000 bph, per hari ini sudah berkurang hanya tinggal 10 persen. Jadi, kami awasi terus semakin membaik," katanya, Kamis (1/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut, lapis keempat digunakan untuk melindungi anjungan (rig) Suhana yang berada tepat di sebelah rig YY. Lapis kelima dan keenam, Pertamina memasang oil boom di Tanjung Sedari dan Tanjung Bekasi.
Untuk lapis terakhir, Pertamina melakukan pantauan udara dan oil boom untuk menangkap minyak yang terlanjur mengalir.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti meminta Pertamina untuk meningkatkan persediaan oil boom. Dengan persediaan oil boom yang lebih banyak, maka Pertamina bisa menghalau minyak yang mengalir dengan lebih cepat.
"Tentu dari pelajaran ini memang sebaiknya dengan begitu banyak rig Pertamina harus memiliki stok oil boom yang lebih banyak," imbuh dia.
PT Pertamina Hulu Energi (PHE) mengatakan gelembung gas terjadi di sekitar anjungan lepas pantai YYA, Blok Migas ONWJ yang terletak sekitar 2 kilometer dari Pantai Utara Jawa, Karawang, Jawa Barat. Menurut Vice President Relations PHE Ifki Sukarya, insiden bermula saat dilakukan pengeboran sumur reaktivasi YYA-1 pada Jumat (12/7) lalu.
[Gambas:Video CNN] (ulf/bir)