Sebagai informasi, The Fed akhirnya memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin ke kisaran 2 persen hingga 2,25 persen, Rabu (31/7). Penurunan ini mempertimbangkan ekonomi global dan inflasi AS.
"Pergerakan akan dipengaruhi hasil keputusan suku bunga The Fed," kata Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper Jordan seperti dikutip dari risetnya, Kamis (1/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Analis Indosurya Sekuritas William Surya Wijaya menambahkan penguatan IHSG akan ditopang rilis data inflasi Juli oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Ia mensinyalir inflasi dalam kondisi terkendali.
"Inflasi terkendali sehingga dapat menjadi sentimen positif bagi IHSG," katanya.
Ia meramalkan IHSG bergerak di rentang 6.272-6.488. Untuk itu, ia merekomendasikan beli saham PT HM Sampoerna Tbk (HMSP), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Jatim Tbk (BJTM), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM).
[Gambas:Video CNN]
IHSG kembali menguat pada perdagangan Rabu (31/7). Indeks ditutup di level 6.390 naik 13,5 poin atau 0,21 persen.
Sementara itu, penurunan suku bunga The Fed gagal menarik perhatian pasar saham AS. Pada perdagangan rabu (31/7). Saham-saham utama Wall Street ditutup bervariasi.
Dow Jones turun 12,56 poin ke 27.185 dan S&P 500 koreksi 0,02 poin menjadi 3.013. Hanya Nasdaq Composite yang tercatat menguat 15,38 poin ke 8.289. (ulf/agt)