Dalam hal ini, Basuki mengantisipasi ketersediaan air bagi masyarakat yang nantinya tinggal di ibu kota baru tersebut. Ia memastikan kualitas air tetap bersih, meski dekat dengan kawasan tambang.
"Yang perlu diperhatikan adalah rencana kualitas airnya, karena di sana banyak tambang-tambang," ucap Basuki, Kamis (1/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Secara terpisah, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro menyatakan pembangunan ibu kota baru akan dilakukan dalam tiga tahap. Tahap awal berlangsung pada 2021-2024, lalu 2025-2029, dan 2030-2045.
[Gambas:Video CNN]
Tahap awal dimulai dengan pembangunan kantor pemerintahan, seperti istana dan kantor lembaga negara. Tahap kedua dilanjutkan dengan membangun rumah untuk pegawai negeri sipil (PNS), dan tahap ketiga akan dilakukan pembangunan taman nasional dan konservasi orang utan.
"Kota ini tidak rampung dalam waktu dekat tapi dalam jangka panjang akan menjadi kota yang cukup besar yakni ada 1,5 juta orang lah kira-kira," pungkas Bambang. (aud/bir)