Mengutip Reuters, Jumat (2/8), pelemahan terjadi setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan akan memberikan tarif tambahan mulai 1 September 2019 mendatang.
AS bakal mengenakan bea masuk tambahan 10 persen terhadap barang asal China dengan nilai US$300 miliar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain karena keputusan Trump, pelemahan harga minyak juga disebabkan sikap The Fed yang menyatakan bahwa penurunan suku bunga acuan bukan awal dari serangkaian pemotongan jangka panjang demi menopang ekonomi global yang melambat.
Diketahui, The Fed kemarin menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin. Keputusan ini diambil sebagai respons perlambatan ekonomi AS pada kuartal II 2019.
Ekonomi AS hanya tumbuh 2,1 persen pada kuartal II tahun ini. Realisasi itu lebih rendah dari periode yang sama 2018 lalu sebesar 3,1 persen. Sementara, harga saham Wall Street justru menguat setelah Trump memutuskan untuk memberikan tarif tambahan terhadap barang impor dari China. Begitu pula dengan harga obligasi pada perdagangan kemarin.
[Gambas:Video CNN]
vhdsaah (aud/agt)