Pada pertemuan kabinet yang disiarkan langsung melalui stasiun televisi setempat, Jae-in menyebut langkah Jepang sebagai tindakan egois, destruktif, yang akan melumpuhkan rantai pasokan global dan mendatangkan malapetaka pada ekonomi global.
"Pemerintah Jepang harus menarik langkah-langkah unilateral dan tidak beralasan sesegera mungkin dan mengambil jalan menuju dialog. Saya dengan tegas memperingatkan bahwa Jepang akan sepenuhnya bertanggung jawab atas apa yang akan terjadi di masa depan," tegas dia, seperti dilansir AFP, Jumat (2/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai informasi, Korsel adalah negara pertama yang ditendang dari daftar negara-negara mitra ekspor favorit Jepang. Ini artinya, ratusan produk yang diekspor akan melewati pengawalan ketat.
Diketahui, Jepang membatasi ekspor tiga produk kunci untuk industri chip dan ponsel pintar (smartphone) milik Korsel sejak bulan lalu. Tapi, Menteri Perdagangan Jepang Hiroshige Seko bersikeras bahwa kebijakan tersebut bukan lah embargo ekspor.
Langkah tersebut merupakan pukulan terbaru untuk hubungan Jepang dan Korsel. Para pejabat Jepang bilang pembatasan ekspor khusus yang diberlakukan bulan lalu dan penghapusan Korsel dari mitra ekspor favorit Jepang bukan lah aksi balas dendam.
Menurut dia, Korsel telah berulang kali melanggar aturan barang-barang sensitif yang diekspor. Padahal, hal itu riskan untuk keamanan nasional.
Ketegangan Jepang dan Korsel mengkhawatirkan AS. Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo disebut akan mengadakan pembicaraan tiga pihak dengan rekan-rekannya, Jepang dan Korsel pada hari ini.
[Gambas:Video CNN] (afp/bir)