Hal itu tercermin dari Indeks Tendensi Bisnis (ITB) periode Juli-September 2019 yang diperkirakan sebesar 105,46 atau lebih rendah dibandingkan realisasi kuartal II 2019 yang mencapai 108,81.
Artinya, kondisi bisnis pada kuartal III 2019 diperkirakan masih tumbuh namun dengan tingkat optimisme yang lebih rendah dibandingkan kuartal II lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan lapangan usaha, kondisi bisnis dan optimisme tertinggi diramal bakal terjadi pada kategori jasa kesehatan dan kegiatan sosial dengan nilai ITB 137,93, meningkat dari kuartal sebelumnya 102,3.
Sebaliknya, penurunan kondisi bisnis diperkirakan masih terjadi pada kategori pertambangan dan penggalian dengan nilai ITB sebesar 96,81. Namun demikian, proyeksi ini membaik dibandingkan kuartal II 2019 sebesar 88,28.
Untuk peningkatan harga jual tertinggi diprediksi terjadi pada kategori lapangan usaha konstruksi dengan nilai indeks 113,64.
Selanjutnya, peningkatan order barang input tertinggi diperkirakan terjadi pada kategori lapangan usaha pengadaan listrik dan gas dengan nilai indeks sebesar 106,56.
Terakhir, untuk komponen order luar negeri peningkatan tertinggi diperkirakan terjadi pada kategori lapangan usaha perdagangan besar dan eceran, reparasi dan perawatan mobil dan sepeda motor, dengan nilai indeks sebesar 106,29.
[Gambas:Video CNN]
Persepsi Konsumen Stagnan
Sementara itu, persepsi konsumen pada kuartal III 2019 diperkirakan cenderung stagnan dibandingkan kuartal II 2019. Hal itu tercermin dari Indeks Tendensi Konsumen (ITK) kuartal III 2019 yang diperkirakan sebesar 100,03.
Perkiraan nilai ITK tersebut diperoleh dari perkiraan meningkatnya komponen pendapatan rumah tangga dengan nilai indeks 101,61.
Di sisi lain, komponen rencana pembelian barang tahan lama, melakukan rekreasi, maupun melaksanakan pesta/hajatan mengalami penurunan dengan nilai indeks 97,26. (sfr/bir)