"Ya kalau tidak efektif, kalau efektif? Jadi, akan dievaluasi dulu. Kemungkinan sama seperti kemarin (tetap ada diskon tarif pesawat)," ungkapnya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (5/8).
Tanggapan Budi Karya ini cukup berbeda dengan pernyataan yang diberikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution. Sebelumnya, Darmin justru mengatakan bahwa kebijakan diskon ini bakal dihapus dan diganti dengan kebijakan tarif baru yang tertuang dalam peraturan resmi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara, terkait kebijakan paket perjalanan yang memadukan diskon tiket pesawat dari maskapai dan reservasi kamar murah dari sejumlah hotel di Indonesia juga masih dikaji oleh pemerintah. Menurut dia, hasil kajian dari masing-masing kementerian akan dibahas pada Rabu (7/8) mendatang di kantor Darmin.
Namun, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) sudah memberi sinyal positif terkait rencana kebijakan tersebut kepada pemerintah. "Mestinya positif dari mereka (PHRI) karena saling menguntungkan. Besok Rabu kami rapat. Kami akan testing yang kerja sama dengan PHRI ini," tutur dia.
Di sisi lain, jika maskapai menuntut pemberian insentif dari pemerintah untuk penerapan diskon, ia juga samar hal tersebut bakal menimbulkan beban bagi pihak lain. Oleh sebab itu, pemerintah tengah mengupayakan jalan keluar yang menguntungkan semua pihak.
"Nanti sebulan lagi kami akan memberlakukan tarif yang tidak lagi hari-hari tertentu," tuturnya, akhir pekan lalu.
[Gambas:Video CNN] (uli/bir)