Penguatan juga terjadi pada ICP SLC Juli 2019 juga sebesar US$0,14 per barel dari US$ 61,84 per barel menjadi US$ 61,98 per barel.
Tim Harga Minyak Indonesia menyatakan peningkatan ketegangan geopolitik di Timur Tengah disebabkan oleh isu peningkatan pengayaan uranium Iran yang dianggap melanggar perjanjian nuklir yang disepakati pada 2015 lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Produksi minyak mentah OPEC pada Juni 2019 turun sebesar 68 ribu barel per hari (bph) menjadi sebesar 29,8 juta bph dibandingkan bulan sebelumnya juga menjadi penyebab kenaikan harga minyak," ujar Tim Harga Minyak Indonesia Kementerian ESDM dalam keterangan resmi, dikutip Rabu (7/8).
Penguatan harga minyak dunia juga didorong oleh penurunan stok minyak mentah AS akibat topan Barry yang menyerang beberapa fasilitas produksi di Teluk Meksiko AS serta meningkatnya permintaan minyak mentah AS.
Lihat juga:Jonan Desak Percepatan Izin Online Lewat KPK |
Untuk kawasan Asia Pasifik, peningkatan harga minyak mentah juga dipengaruhi oleh penambahan kuota impor dari Pemerintah China kepada beberapa kilang di China yang mencapai 56,85 juta metrik ton sehingga mengerek permintaan minyak mentahnya.
Volume minyak mentah yang diolah di kilang (throughput) di China meningkat 1,2 persen menjadi 6,6 juta bph dan di Taiwan naik 1 persen menjadi 970 ribu bph dibandingkan awal Juli 2019.
Adapun perkembangan harga rata-rata minyak mentah utama di pasar internasional pada Juli 2019 dibandingkan Juni 2019 sebagai berikut:
- WTI (Nymex) naik sebesar US$ 0,33 per barel atau 0,6 persen dari US$ 54,71 per barel menjadi US$ 55,04 per barel.
- Basket OPEC naik sebesar US$1,75 per barel atau 2,8 persen dari US$ 62,92 per barel menjadi US$ 64,67 per barel.
- Brent (ICE) naik sebesar US$ 1,17 per barel atau 1,8 persen dari US$ 63,04 per barel menjadi US$ 64,21 per barel.
- Dated Brent turun sebesar US$ 0,06 per barel dari US$ 64,10 per barel menjadi US$ 64,04 per barel.
[Gambas:Video CNN] (sfr/bir)