Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump telah mengumumkan rencana pengenaan tarif tambahan sebesar 10 persen terhadap impor barang asal China senilai $300 miliar mulai 1 September mendatang. China pun menjawab rencana Trump itu melalui kebijakan bank sentral China People's Bank of China (PBoC) yang kembali menyeret tingkat referensi harian yuan.
"China juga pintar dia melemahkan yuan-nya, sehingga walaupun dia kena biaya masuk 10 persen ke Amerika karena dia lemahkan yuan 10 persen harganya kembali sama di AS, terkecuali Trump menaikkan lagi 30 persen. Jadi akal dikembalikan dengan akal," katanya, Rabu (7/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita malah sebaliknya kalau rupiah lemah kita semua, aduh. Lalu, Bank Indonesia turun tangan. China (malah) melemahkan agar ekspornya naik," tuturnya.
JK mendorong masyarakat menangkap peluang di tengah pelemahan kurs yuan China dengan cara mengerek ekspor. Terlebih, pelemahan yuan China terhadap dolar AS biasanya diikuti oleh keoknya mata uang negara berkembang lain, termasuk Indonesia. Artinya, harga produk ekspor Indonesia menjadi relatif lebih murah bagi pemegang dolar AS.
"Sekarang, bagaimana kita punya peluang menjual sesuatu (atau) barang-barang yang selama ini mahal di China," tandasnya.
[Gambas:Video CNN] (ulf/sfr)