"Kita butuh investasi, kita butuh (investasi) dari luar. Tetapi, investasi dari luar itu kalau kita tidak hati-hati, tidak bisa cepat mengubah diri (investasi asing) membunuh industri dalam negeri juga," katanya, Rabu (7/8).
JK mencontohkan kasus pada industri semen. Menurut dia, produsen semen domestik harus bersaing dengan produsen semen asal China. Sebab, mereka dapat menawarkan harga yang lebih kompetitif, meskipun pangsa pasarnya masih kecil di Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya industri semen, Wapres mengatakan industri baja domestik mengalami kondisi serupa. Produsen baja domestik, seperti PT Krakatau Steel (Persero) Tbk kalah bersaing dengan produsen baja China karena kurang efisien. Walhasil, produsen baja dalam negeri tertinggal dari sisi teknologi.
Namun demikian, Indonesia tidak bisa menutup diri dari persaingan pasar tersebut lantaran sudah terikat dengan perjanjian dagang bebas dengan beberapa negara.
[Gambas:Video CNN]
Pemerintah, lanjutnya, tak bisa asal memberikan bea masuk kepada produsen asing guna memproteksi industri dalam negeri. Alih-alih menutup diri, produsen dalam negeri dituntut mampu beradaptasi dengan persaingan terbuka itu.
"Jadi dilema-dilema seperti ini kita harus perbaiki," tandasnya. (ulf/bir)