Pagi hari ini, mayoritas mata uang utama Asia melemah terhadap dolar AS. Dolar Hong Kong melemah 0,01 persen, peso Filipina melemah 0,03 persen, ringgit Malaysia melemah 0,03 persen, dan dolar Singapura melemah 0,04 persen. Sementara itu, Won Korea Selatan menguat 0,04 persen, baht Thailand menguat 0,19 persen, dan yen Jepang menguat 0,21 persen.
Di sisi lain, pergerakan mata uang negara maju terbilang bervariasi. Poundsterling Inggris melemah 0,06 persen dan euro menguat 0,1 persen. Sementara itu, dolar Australia melemah 0,02 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Namun kedua negara menyepakati pertemuan di Washington awal bulan depan. Bahkan kalau ada perkembangan positif dalam dialog, AS bisa saja mengubah kebijakan bea masuknya," jelas dia, Kamis (8/8).
Penurunan suku bunga acuan di India dan Thailand yang juga berstatus sebagai negara berkembang, menguntungkan Indonesia. Sebab, berinvestasi di Indonesia bisa memiliki imbal hasil yang lebih baik. Ketika suku bunga acuan turun, imbalan investasi (terutama di instrumen berpendapatan tetap seperti obligasi) akan ikut melorot.
"Sehingga, hari ini rupiah akan menguat di range Rp14.165 hingga Rp14.285 per dolar AS," katanya.
[Gambas:Video CNN] (glh/lav)