Pagi hari ini, pergerakan mata uang utama Asia bervariasi terhadap dolar AS. Terdapat mata uang yang menguat seperti yen Jepang menguat 0,08 persen, baht Thailand menguat 0,08 persen, dan peso Filipina menguat 0,28 persen.
Terdapat pula mata uang yang melemah seperti dolar Singapura sebesar 0,02 persen, dolar Hong Kong sebesar 0,02 persen, dan won Korea Selatan sebesar 0,07 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Analis Asia Tradepoint Futures Deddy Yusuf Siregar mengatakan pergerakan rupiah hari ini akan dipengaruhi dengan rilis neraca pembayaran pada kuartal II. Jika defisit transaksi berjalan lebih kecil dibanding kuartal lalu, maka ini bisa menjadi angin segar bagi rupiah hari ini.
Sementara itu, Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan pergerakan rupiah juga masih dipengaruhi dari perkembangan perang dagang antara AS dan China.
AS berencana untuk menaikkan tarif bea masuk impornya sebesar 10 persen untuk produk impor China sebesar US$300 miliar. China kemudian membalasnya dengan melakukan devaluasi atas yuan agar ekspornya masih bisa terkendali.
Hanya saja, Bank Sentral China kembali menstabilkan mata uangnya guna menahan keluarnya arus modal ke luar negeri. Kemudian, ada harapan AS dan China kembali bernegosiasi di awal bulan ini.
"Tidak hanya itu, AS juga mempertimbangkan untuk mengkaji ulang kebijakan bea masuk jika dialog membuahkan hasil positif," jelas dia.
[Gambas:Video CNN] (glh/lav)