Pagi hari ini, mayoritas mata uang utama Asia melemah terhadap dolar AS. Tercatat, baht Thailand melemah 0,14 persen, dolar Singapura melemah 0,17 persen, peso Filipina melemah 0,24 persen, dan won Korea Selatan melemah 0,52 persen.
Sementara itu, dolar Hong Kong menguat 0,04 persen, ringgit Malaysia menguat 0,04 persen, dan yen Jepang menguat 0,23 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak berhenti sampai situ, Trump kemudian bercuit di akun Twitter pribadinya bahwa China sangat ingin kesepakatan terjadi lantaran banyak korporasi yang memindahkan basis produksinya dari China gara-gara tarif impor AS. Jika tidak ada cuitan ini, rupiah seharusnya masih melanjutkan penguatan yang terjadi akhir pekan lalu.
Sementara itu, data defisit transaksi berjalan kuartal II yang membengkak dibanding kuartal sebelumnya juga menjadi katalis negatif bagi rupiah. Bank Indonesia (BI) mencatat, defisit transaksi berjalan di kuartal II 2019 sebesar 3,04 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) atau melebar dari triwulan sebelumnya 2,6 persen.
"Jadi pada hari ini, rupiah berpotensi bergerak di kisaran Rp14.150 hingga Rp14.240 per dolar AS," terang dia.
[Gambas:Video CNN] (glh/bir)