Meskipun turun, mereka mengklaim, Saudi Aramco masih menjadi perusahaan paling menguntungkan di dunia. "Pada paruh pertama 2019, laba bersih perusahaan mencapai US$ 46,9 miliar, turun dibandingkan periode sama tahun lalu yang masih bisa mencapai US$ 53,0 miliar," ujar perusahaan seperti dikutip dari AFP, Senin (12/8).
Perusahaan menyatakan penurunan pendapatan terjadi akibat penurunan harga minyak yang terjadi belakangan ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penurunan pendapatan tersebut juga terjadi di tengah rencana perusahaan untuk melakukan penawaran saham perdana (IPO) mereka yang sempat tertunda beberapa waktu lalu.
Penurunan pendapatan juga terjadi bertepatan dengan pengumuman Reliance India bahwa mereka setuju menjual 20 persen saham mereka di bisnis minyak dan bahan kimia seharga US$15 miliar kepada Aramco, sebuah rencana yang berpotensi meningkatkan penilaian Saudi Aramco menjelang IPO tersebut.
Tapi, upaya tersebut tidak berjalan mulus. Pasalnya, investor masih ragu terhadap nilai Aramco yang berdasarkan taksiran perusahaan mencapai US$2 triliun
[Gambas:Video CNN] (hns/agt)