Padahal, Pemerintah China telah berusaha mendongkrak pertumbuhan kredit perbankan, bersamaan dengan itu biaya kredit pun diturunkan, terutama untuk pengusaha kecil dan sektor swasta.
Sayangnya, permintaan kredit tetap lemah, di samping karena faktor musiman setelah peningkatan pada bulan sebelumnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut analis, bank-bank di China memang biasanya memberikan kredit lebih sedikit pada Juli, setelah peningkatan jor-joran pada bulan sebelumnya. Namun, itu pun masih tetap lebih rendah dari ekspektasi para analis. Bahkan, lebih rendah dari Juli 2018 lalu yang sebesar 1,45 triliun yuan.
Lihat juga:China Tampik Tudingan AS Manipulasi Yuan |
Namun demikian, pasokan uang beredar, termasuk simpanan masyarakat di bank, naik 8,1 persen dibanding periode tahun sebelumnya. Tetapi realisasi itu pun masih di bawah perkiraan analis dalam jajak pendapat Reuters, yang sebesar 8,4 persen.
Beri Kelonggaran
Pemerintah China sendiri disebut telah memberikan sejumlah kelonggaran bagi bank-bank untuk menyalurkan kredit. Salah satunya, syarat pencadangan, demi menggenjot kredit.
"Perlambatan (kredit) terbaru menyoroti perlunya pelonggaran moneter lebih lanjut jika pembuat kebijakan ingin mengangkat pertumbuhan," tutur Julian Evans-Pritchard, Ekonom Senior Capital Economics, dalam laporannya.
Namun, sayangnya, pemerintah daerah mengklaim kuota mereka untuk merilis obligasi sudah habis. Sementara, Capital Economics melansir, penerbitan obligasi pemerintah di China mulai menurun.
[Gambas:Video CNN] (hns/bir)