Dilansir AFP, Selasa (13/3), Korsel menciptakan kelompok baru untuk status perdagangan negaranya dengan Jepang. Kelompok itu mendefinisikan Jepang sebagai negara yang sulit diajak bekerja sama karena kerap melanggar aturan dasar.
Korsel sendiri mengelompokkan daftar mitra dagangnya menjadi dua kategori. Yakni, kelompok dari anggota empat perjanjian kontrol ekspor top dunia dan tidak. Namun, keputusan Korsel kemarin menjadikan Jepang satu-satunya negara dalam kelompok tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Korsel adalah importir Jepang terbesar kelima, untuk produk minyak bumi, besi dan baja, mesin listrik, termasuk semikonduktor.
[Gambas:Video CNN]
"Meskipun pencabutan daftar itu tidak mengejutkan, namun menggambarkan bahwa ketegangan bilateral antara Jepang dan Korsel tidak menunjukkan tanda-tanda mereda," kata Tobias Harris, seorang ahli di Konsultan Teneo.
Perselisihan kedua negara juga menimbulkan keprihatinan di tengah ancaman keamanan mereka dalam menghadapi uji coba rudal Korea Utara. (afp/bir)