Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper Jordan mengungkapkan sentimen geopolitik itu antara lain, aksi unjuk rasa besar-besaran di Hong Kong terkait penolakan RUU ekstradisi yang memungkinkan tersangka hukum diadili di luar negeri, termasuk di China.
Beleid ini menyulut amarah warga lantaran khawatir akan sistem pengadilan China yang kerap bias dan dipolitisasi. Imbasnya, sekitar 10 ribu aktivis Hong Kong turun ke jalan menyuarakan penolakan. Kondisi ini menjadi sentimen negatif bagi pasar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Diproyeksikan IHSG akan bergerak menguat terbatas di atas level 6.200, meskipun dalam pergerakan yang cukup berat," tuturnya.
IHSG mengalami koreksi lanjutan pada penutupan perdagangan Selasa (13/8). Indeks ditutup di level 6.210 turun 39,63 poin atau 0,63 persen. Pelaku pasar asing terpantau jual bersih hingga Rp1,03 triliun di seluruh pasar.
Lihat juga:Trump Rayu Jepang Beli Produk Pertanian AS |
Kenaikan ini ditopang keputusan penundaan pengenaan tarif tambahan pada produk impor China sebesar 10 persen yang rencananya dilakukan pada September, sehingga membuat investor kembali ke pasar ekuitas.
Dow Jones naik 372,54 poin atau 1,44 persen ke level 26.279. Lalu, S&P 500 naik 42,48 poin atau 1,47 persen ke 2.926, dan Nasdaq Composite naik 152,95 poin atau 1,95 persen ke 8.016.
[Gambas:Video CNN] (ulf/bir)