Harga Emas Landai Rp1.000 per Gram jadi Rp754 Ribu

CNN Indonesia | Rabu, 14/08/2019 09:31 WIB
Harga Emas Landai Rp1.000 per Gram jadi Rp754 Ribu Ilustrasi emas Antam. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia -- Harga emas PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam berada di posisi Rp754 ribu per gram pada Rabu (14/8) atau turun Rp1.000 dibanding Rp755 ribu per gram pada Selasa (13/8). Sementara, harga pembelian kembali (buyback) turun Rp1.000 dari Rp683 ribu per gram menjadi Rp682 ribu per gram.

Berdasarkan data Antam, harga jual emas berukuran 0,5 gram senilai Rp402 ribu, 2 gram Rp1,45 juta, 3 gram Rp2,16 juta, 5 gram Rp3,59 juta, 10 gram Rp7,12 juta, 25 gram Rp17,7 juta, dan 50 gram Rp35,33 juta.

Kemudian, harga emas berukuran 100 gram senilai Rp70,6 juta, 250 gram Rp176,25 juta, 500 gram Rp352,3 juta, dan 1 kilogram Rp704,6 juta.

Harga jual emas tersebut sudah termasuk Pajak Penghasilan (PPh) 22 atas emas batangan sebesar 0,45 persen bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Bagi pembeli yang tidak menyertakan NPWP memperoleh potongan pajak lebih tinggi sebesar 0,9 persen.

Di perdagangan internasional, berdasarkan acuan pasar Commodity Exchange COMEX sebesar US$1.505 per troy ons pada pagi ini. Posisi ini turun 0,55 persen dari Selasa (13/8). Sedangkan harga emas di perdagangan spot berada di posisi US$1.4.94,85 per troy ons atau terkoreksi 0,44 persen.

Analis sekaligus Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra mengatakan pergerakan harga emas berpotensi melemah pada hari ini karena dolar Amerika Serikat menguat. Dolar AS mendapat sentimen positif dari penundaan kenaikan tarif bea masuk impor produk-produk dari China.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump berencana memberlakukannya mulai September mendatang, namun diundur menjadi Desember 2019. Selain itu, mata uang Negeri Paman Sam juga berhasil menguat karena sentimen dari rilis indeks harga konsumen alias inflasi inti yang lebih baik dari persepsi pasar.

"Ini memberikan persepsi bahwa ekonomi AS tidak terganggu oleh perang dagang dan mungkin pelonggaran moneter The Fed tidak terjadi lagi. Ini memberi sentimen positif ke dolar AS, sebaliknya harga emas jadi tertekan," ujarnya kepada CNNIndonesia.com, Rabu (14/8).

Ariston memperkirakan harga emas dunia akan sedikit terkoreksi dengan level resistance US$1.515 per troy ons dan support di US$1.480 per troy ons pada hari ini.

Senada, Analis Maxco Futures Suluh Adil Wicaksono mengatakan harga emas dunia akan terkoreksi pada hari ini berkat sentimen penundaan tarif bea masuk impor produk China oleh AS. Selain itu, penurunan juga berpotensi datang dari sikap pelaku pasar yang akan melakukan ambil untung (profit taking).

"Setelah emas menyentuh level tertingginya US$1.534 per troy ons, akhirnya jatuh juga karena berita tersebut. Sekaligus ada profit taking pelaku pasar, mereka memindahkan ke dolar AS sampai dua minggu ke depan," ungkapnya.

Suluh memperkirakan harga emas bergerak di level resistance US$1.500 per troy ons dan support US$1.479 per troy ons. Meski begitu, ia melihat kilau harga emas masih bisa terdongkrak dalam waktu dua pekan ke depan.

Sebab, bank sentral AS, The Federal Reserve akan mengadakan pertemuan bulanan terkait kebijakan moneter mereka. Pasar berekspektasi ada penurunan tingkat bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps).

Bila tidak terjadi, maka akan mengoreksi dolar AS dan menguatkan harga emas. "Pelaku pasar masih menunggu momentum buyback karena short sell mungkin bisa dilakukan, tetapi lebih riskan. Kemilau emas sampai akhir tahun 2019 tidak akan pudar," pungkasnya.
[Gambas:Video CNN]


(uli/bir)