Berdasarkan data Antam, harga jual emas berukuran 0,5 gram senilai Rp402 ribu, 2 gram Rp1,45 juta, 3 gram Rp2,16 juta, 5 gram Rp3,59 juta, 10 gram Rp7,12 juta, 25 gram Rp17,7 juta, dan 50 gram Rp35,33 juta.
Kemudian, harga emas berukuran 100 gram senilai Rp70,6 juta, 250 gram Rp176,25 juta, 500 gram Rp352,3 juta, dan 1 kilogram Rp704,6 juta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump berencana memberlakukannya mulai September mendatang, namun diundur menjadi Desember 2019. Selain itu, mata uang Negeri Paman Sam juga berhasil menguat karena sentimen dari rilis indeks harga konsumen alias inflasi inti yang lebih baik dari persepsi pasar.
"Ini memberikan persepsi bahwa ekonomi AS tidak terganggu oleh perang dagang dan mungkin pelonggaran moneter The Fed tidak terjadi lagi. Ini memberi sentimen positif ke dolar AS, sebaliknya harga emas jadi tertekan," ujarnya kepada CNNIndonesia.com, Rabu (14/8).
Lihat juga:IHSG Rawan Tersandung Ketegangan Geopolitik |
Senada, Analis Maxco Futures Suluh Adil Wicaksono mengatakan harga emas dunia akan terkoreksi pada hari ini berkat sentimen penundaan tarif bea masuk impor produk China oleh AS. Selain itu, penurunan juga berpotensi datang dari sikap pelaku pasar yang akan melakukan ambil untung (profit taking).
"Setelah emas menyentuh level tertingginya US$1.534 per troy ons, akhirnya jatuh juga karena berita tersebut. Sekaligus ada profit taking pelaku pasar, mereka memindahkan ke dolar AS sampai dua minggu ke depan," ungkapnya.
Suluh memperkirakan harga emas bergerak di level resistance US$1.500 per troy ons dan support US$1.479 per troy ons. Meski begitu, ia melihat kilau harga emas masih bisa terdongkrak dalam waktu dua pekan ke depan.
Bila tidak terjadi, maka akan mengoreksi dolar AS dan menguatkan harga emas. "Pelaku pasar masih menunggu momentum buyback karena short sell mungkin bisa dilakukan, tetapi lebih riskan. Kemilau emas sampai akhir tahun 2019 tidak akan pudar," pungkasnya.
[Gambas:Video CNN] (uli/bir)