Dalam pernyataan, mereka memutuskan untuk menunda pemberlakuan tarif 10 persen atas 25 lini produk impor asal China. Barang impor tersebut antara lain, elektronik asal China, seperti telepon seluler, laptop, monitor komputer, konsol permainan video.
Selain itu, penundaan pemberlakuan tarif juga dilakukan atas impor furnitur bayi, popok, pakaian pria, ikan beku, pemegang cerutu, gula, pestisida, perlengkapan tidur, perlengkapan sekolah, kursi mobil, kontainer pengiriman, alkitab dan literatur agama lainnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Trump Rayu Jepang Beli Produk Pertanian AS |
Keputusan Trump tersebut disambut gembira oleh Rebecca Mond dari The Toy Association. "Kami tentu saja lega bahwa banyak barang tidak akan melihat dampak untuk musim liburan ini," katanya.
Tetapi, ia ingin kebijakan tak hanya terbatas pada penundaan tarif saja. Ia ingin Trump menghapus semua ancaman tarif yang akan diberlakukannya terhadap impor asal China.
[Gambas:Video CNN]
Federasi Eceran Nasional AS dalam pernyataan mereka menyatakan jika Trump tidak segera mengakhiri ketidakpastian yang timbul akibat perang dagang yang dikobarkannya terhadap China, ia khawatir ke depan ekonomi negaranya akan semakin terganggu.
Sebagai informasi, Presiden Trump berencana melancarkan serangan tarif baru atas impor barang asal china. Rencananya, pemerintahannya akan memberlakukan tarif impor 10 persen atas barang senilai US$300 miliar asal China pada 1 September mendatang.
Gayung bersambut, rencana serangan tersebut langsung dibalas China. Negeri Tirai Bambu tersebut menyatakan tidak mau membeli produk pertanian asal AS.