Selain itu, kerja sama juga dilakukan dalam membangun politeknik dan pabrik vulkanisir ban. Total nilai kerja sama tersebut mencapai US$466 juta atau setara Rp6,3 triliun. Menko Perekonomian Darmin Nasution mengatakan kerja sama dilakukan untuk menciptakan ekosistem industri penerbangan tanah air yang baik. Perbaikan tersebut diperlukan.
Pasalnya, berdasarkan laporan Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA), Indonesia akan mengalami pertumbuhan pesat di bidang industri udara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:GMF Bakal Bangun Bengkel Pesawat di Papua |
Data menyebutkan jumlah penumpang pesawat yang berangkat pada 2017 mencapai 90,7 juta untuk penerbangan dalam negeri dan 16,6 juta untuk penerbangan luar negeri.
Sementara itu, jumlah pesawat di Indonesia pada 2017 tercatat 1.030 unit dengan rata-rata pertumbuhan industri penerbangan sebesar 10 persen. Di tengah pertumbuhan tersebut, bisnis MRO baru bisa melayani 30-40 persen kebutuhan pasar nasional. Sisanya, diserap industri asing.
Padahal kalau dari sisi nilai, bisnis MRO cukup menjanjikan. Potensi bisnis MRO nasional diperkirakan akan menembus angka Rp26 triliun di 2020 nanti.
[Gambas:Video CNN]
(agt)