Maklum, kalau berjalan dengan sukses, keberadaan mobil listrik akan mempengaruhi penjualan minyak Pertamina.
"Dalam situasi disrupsi ini Pertamina tetap waspada," ungkap Direktur Pemasaran Retail Pertamina Mas'ud Khamid, Kamis (15/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Trennya terus naik dari 4,7 juta unit kendaraan listrik di dunia, China sekitar 2,7 juta unit. China dengan Indonesia tidak jauh," jelasnya.
Oleh karena itu, Pertamina tak menutup kemungkinan untuk memperbanyak Stasiun Penyedia Listrik Umum (SPLU). Dengan demikian, perusahaan memiliki beberapa sumber pemasukan.
[Gambas:Video CNN]
"Kami tergantung regulasi, kami kan punya SPLU di Kuningan," imbuhnya.
Diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendukung pengembangan mobil listrik di dalam negeri. Beberapa waktu lalu, ia sudah menandatangani peraturan presiden (perpres) tentang percepatan pengembangan kendaraan bermotor listrik (mobil listrik).
Dengan beleid itu,Jokowi mengatakan pemerintah ingin mendorong industri otomotif, dengan membangun industri mobil listrik di Indonesia. "Kami ingin mendorong agar industri otomotif mau segera merancang, mempersiapkan untuk, ya membangun industri mobil listrik di Indonesia," pungkas dia. (aud/agt)