Resesi ekonomi didefinisikan sebagai kontraksi pertumbuhan ekonomi dalam dua kuartal berturut-turut.
Kekhawatiran peluang terjadinya resesi ekonomi global dipicu kontraksi pertumbuhan ekonomi negara-negara maju pada kuartal II 2019. Antara lain, Jerman dan Brasil. Sementara, beberapa pertumbuhan ekonomi negara lainnya terancam melambat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Harga Minyak Anjlok 3 Persen |
Secara teknikal, indeks mengindikasikan potensi pelemahan. "Investor diperkirakan masih wait and see ditengah banyaknya ketidakpastian terutama dari sentimen global," katanya.
Ia memprediksi IHSG melaju di rentang support 6.130-6.194 dan resistance 6.290-6.322.
Sementara itu, Analis Reliance Sekuritas Lanjar Nafi memprediksi IHSG berpotensi menguat. Sebab, secara teknikal indeks mengindikasikan potensi penguatan.
"Indikasi kuatnya pergerakan IHSG di tengah gejolak pasar global memberikan optimisme kepada investor pada perdagangan selanjutnya," imbuh dia.
Ia meramalkan rentang pergerakan IHSG akan berada pada kisaran 6.200-6.310.
Dow Jones naik 99,97 poin atau 0,39 persen menjadi 25.579. Lalu, S&P 500 naik 7 poin atau 0,25 persen menjadi 2.847, dan Nasdaq Composite turun 7,32 poin atau 0,09 persen menjadi 7.766.
[Gambas:Video CNN] (ulf/bir)