Hal tersebut disampaikan dalam Sidang Bersama Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dalam rangka penyampaian Pidato Presiden mengenai Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun Anggaran 2020, Jumat (16/8).
Diketahui, pemerintah tengah melaksanakan program mandatory penyaluran dan penggunaan biodiesel sebanyak 20 persen (B20). Dalam realisasinya, penggunaan B20 sudah mencapai 3,49 juta kiloliter atau 56,38 persen dari target 6,19 juta kiloliter.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami sudah memproduksi sendiri avtur hingga tidak impor avtur lagi. Tapi, kami bisa lebih dari itu, kami bisa ekspor avtur, kami juga ingin produksi avtur berbahan sawit," jelasnya.
Targetnya, pemerintah ingin program mandatory B20 bisa mengurangi devisa untuk pembayaran impor minyak sebanyak US$5,5 miliar per tahun. Pemerintah melakukan program ini dalam rangka mengurangi defisit neraca perdagangan dan defisit transaksi berjalan.
[Gambas:Video CNN] (uli/bir)