Trump juga berpikir China tidak akan melakukan aksi balas dendam. Ia yakin China ingin membuat kesepakatan. Bahkan, ia mengklaim mendapat panggilan bahwa Presiden China Xi Jinping ingin segera mengatur jadwal temu.
"September, pertemuan masih berjalan seperti yang saya pahami. Tapi, saya pikir lebih penting daripada September adalah kami berbicara melalui telepon, dan kami melakukan pembicaraan yang sangat produktif," ujarnya dikutip, Reuters, Jumat (16/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam pernyataan terpisah, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Hua Chunying berharap menemukan solusi yang tepat bagi kedua pihak dan mengedepankan prinsip kesetaraan dan saling menghormati.
[Gambas:Video CNN]
Harian resmi Partai Komunis China People's Daily menulis bahwa China akan tegas melawan segala provokasi sampai akhir. "Mereka tahu bahwa mereka akan menabrak dinding bata di jalan buntu di beberapa titik, jadi sekarang mereka hanya memperlambat langkah mereka dan menunda serangan itu," tulis People's Daily.
"Dengan tidak berbalik (putar balik), mereka pada akhirnya akan menabrak dinding dan mematahkan kepala mereka," lanjut komentar tersebut.
Gambaran perdagangan semakin rumit dengan berlanjutnya kerusuhan di Hong Kong. Trump menyebut Xi terikat dengan situasi untuk terlebih dahulu menyelesaikan permasalahan di Hong Kong. (hns/bir)