"(Impor daging sapi dari Brasil) ini keputusan rakor di Kemenko," ujar Enggartiasto kepada CNNIndonesia.com, Jumat (16/8).
Izin impor ini diberikan kepada tiga Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yaitu PT Berdikari, PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI), dan Perum Bulog. Mayoritas atau sebanyak 30 ribu ton daging sapi akan diimpor oleh Perum Bulog, sedangkan PPI dan Berdikari mendapat kuota masing-masing 10 ribu ton.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengacu pada aturan yang berlaku, sambung dia, Kementerian Pertanian harus melakukan pengecekan terlebih dahulu kepada daging sapi dari negara yang mengajukan impor. Setelah lolos uji kesehatan, baru dilakukan rakor di Kementerian Bidang Perekonomian untuk memutuskan jumlah dan penugasan ke BUMN.
Dihubungi terpisah, Direktur Utama Berdikari Eko Taufik Wibowo menambahkan bahwa perusahaan berencana memulai impor daging sapi dari Brasil pada September 2019 mendatang. Namun, manajemen masih harus menunggu surat penugasan dari Kementerian BUMN.
"Rencana mulai September kalau surat penugasannya segera dirilis. (Keputusan impor daging sapi dari Brasil) ini kan baru sekitar dua minggu yang lalu," pungkas Eko.
[Gambas:Video CNN] (aud/agt)