Perubahan tersebut dilakukan untuk melanjutkan pembangunan agar lebih berdampak ke masyarakat.
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo mengatakan pemerintah mengubah arah penggunaan Dana Desa lantaran pembangunan infrastruktur di sejumlah desa sudah cukup memadai dalam lima tahun terakhir. Hasil pembangunan itu sudah bisa menjadi modal pengembangan lokasi wisata yang ada di desa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami juga mengantisipasi pengurangan tenaga kerja di pertanian karena modernisasi," katanya.
Di sisi lain, ia mengatakan Dana Desa juga akan dilakukan untuk mendukung fokus pembangunan pada tahun depan; perbaikan kualitas sumber daya manusia (SDM). Caranya, dengan menambah aliran Dana Desa ke sektor pendidikan, khususnya Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).
[Gambas:Video CNN]
"Bahkan mungkin lebih banyak PAUD yang dibangun dari (anggaran) Kementerian Desa dibandingkan Kemendikbud, karena itu swadaya masyarakat dan dibantu Dana Desa," jelasnya.
Tak ketinggalan, ia memastikan aliran Dana Desa yang meningkat menjadi Rp72 triliun pada tahun depan akan digunakan pula untuk perbaikan sektor kesehatan. Misalnya, dengan pembangunan sarana mandi, cuci, kakus (MCK) mencapai 300 ribu.
Kemudian, pemerintah juga akan membangun sarana air bersih mencapai 1 juta unit. Lalu, membangun posyandu puluhan ribu unit.
"Ini untuk menurunkan stunting dari 37,2 persen menjadi 30,8 persen," pungkasnya. (uli/agt)