Dalam suratnya, Dujovne menyatakan ia telah mengabdikan seluruh kemampuannya untuk melaksanakan tugasnya, termasuk dalam upaya mengurangi defisit secara signifikan dan memangkas belanja publik. Namun, ia meyakini pemerintah perlu membentuk tim ekonomi baru untuk mengatasi krisis yang terjadi.
"Kami telah membuat kesalahan, tanpa keraguan, kami tidak pernah ragu untuk menyadari hal itu dan melakukan segala yang memungkinkan untuk memperbaikinya," ujar Dujovne seperti dilansir dari Reuters, Minggu (18/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemenangan Fernandez menjadi sinyal referendum pinjaman pemerintah dari Dana Moneter Internasional (IMF) dan penghematan belanja yang dilakukan sebagai syarat pinjaman tersebut.
Seperti diberitakan AFP sebelumnya, pemilihan presiden di negeri tango itu baru akan dilakukan pada Oktober mendatang. Namun, kekalahan Macri di pemilu pendahuluan membuat pelaku pasar khawatir. Pasalnya, Macri merupakan sosok pro bisnis sedangkan Fernandez cenderung lebih sosialis.
[Gambas:Video CNN]
Sejatinya, popularitas Macri sudah anjlok setelah Argentina mengalami krisis mata uang tahun lalu, di mana nilai tukar peso sempat anjlok 50 persen.
Kemudian, Macri juga dikritik karena melakukan kebijakan pengetatan anggaran yang mengecewakan rakyat Argentina karena daya belinya ikut tergerus. Kebijakan ini berujung pada penarikan dana bantuan IMF sebesar US$56 miliar, yang dinilai analis harus segera direstrukturisasi.