Buntut Krisis Ekonomi, Menkeu Argentina Mengundurkan Diri

CNN Indonesia | Minggu, 18/08/2019 11:35 WIB
Buntut Krisis Ekonomi, Menkeu Argentina Mengundurkan Diri Ilustrasi krisis ekonomi Argentina. (REUTERS/Marcos Brindicci).
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Keuangan Argentina Nicolas Dujovne mengundurkan diri melalui surat yang disampaikan pada Presiden Mauricio Macri pada Sabtu (17/8), waktu setempat. Pengunduran diri dilakukan di tengah krisis ekonomi yang membuat kurs peso anjlok pekan ini.

Dalam suratnya, Dujovne menyatakan ia telah mengabdikan seluruh kemampuannya untuk melaksanakan tugasnya, termasuk dalam upaya mengurangi defisit secara signifikan dan memangkas belanja publik. Namun, ia meyakini pemerintah perlu membentuk tim ekonomi baru untuk mengatasi krisis yang terjadi.

"Kami telah membuat kesalahan, tanpa keraguan, kami tidak pernah ragu untuk menyadari hal itu dan melakukan segala yang memungkinkan untuk memperbaikinya," ujar Dujovne seperti dilansir dari Reuters, Minggu (18/8).


Sumber Reuters menyatakan, sebagai pengganti sementara, Macri telah menunjuk Hernan Lacunza yang saat ini menjabat sebagai menteri ekonomi untuk Provinsi Buenos Aires. Sebelumnya, Lacunza pernah menjabat sebagai general manager di bank sentral Argentina dan Buenos Aires City Bank.

Pekan ini, kurs peso Argentina terjun bebas menyusul kekalahan presiden petahana Mauricio Macri melawan Alberto Fernandez dalam pemilu pendahuluan (primary election) Argentina pada Minggu (11/8) lalu. Pada perdagangan Jumat (16/8) lalu, nilai tukar peso tercatat merosot hingga 21 persen melawan dolar AS.

Tak hanya itu, lembaga pemeringkat internasional Fitch dan S&P juga menurunkan rating utang pemerintah Argentina sehingga mengerek kemungkinan gagal bayar (default).

Kemenangan Fernandez menjadi sinyal referendum pinjaman pemerintah dari Dana Moneter Internasional (IMF) dan penghematan belanja yang dilakukan sebagai syarat pinjaman tersebut.

Seperti diberitakan AFP sebelumnya, pemilihan presiden di negeri tango itu baru akan dilakukan pada Oktober mendatang. Namun, kekalahan Macri di pemilu pendahuluan membuat pelaku pasar khawatir. Pasalnya, Macri merupakan sosok pro bisnis sedangkan Fernandez cenderung lebih sosialis.

[Gambas:Video CNN]

Sejatinya, popularitas Macri sudah anjlok setelah Argentina mengalami krisis mata uang tahun lalu, di mana nilai tukar peso sempat anjlok 50 persen.

Kemudian, Macri juga dikritik karena melakukan kebijakan pengetatan anggaran yang mengecewakan rakyat Argentina karena daya belinya ikut tergerus. Kebijakan ini berujung pada penarikan dana bantuan IMF sebesar US$56 miliar, yang dinilai analis harus segera direstrukturisasi.

(Reuters/sfr)