Mengutip Reuters, harga minyak berjangka Brent akhir pekan lalu naik 0,7 persen menjadi US$58,64 per barel. Pada perdagangan sebelumnya, minyak Brent sempat jatuh hingga 2,1 persen.
Dalam laporan bulanan Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC), harga minyak Brent sempat menyentuh harga tertinggi di level US$59,5 per barel. Investor mengharapkan bank sentral Amerika Serikat (AS) memangkas lagi suku bunga acuan dalam waktu mendatang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika diakumulasi, harga minyak Brent masih naik hampir 10 persen sepanjang tahun ini. Penguatan tersebut dibantu oleh keputusan OPEC dan Rusia untuk mengurangi produksi minyak.
Kemudian, pada Juli 2019 kemarin OPEC dan Rusia juga setuju untuk memperpanjang pengurangan produksi minyak sampai Maret 2020 mendatang.
"Sampai pada titik apa pengurangan produksi diperlukan sampai akhir tahun ini dari OPEC dan Rusia demi menjaga harga?" kata Phin Ziebell selaku Ekonom Senior National Australia Bank, dikutip Senin (19/8).
Salah satu pejabat Arab Saudi juga menyatakan pihaknya turut berkomitmen untuk menjaga keseimbangan harga minyak tahun depan.
[Gambas:Video CNN] (aud/agt)