Wakil Direktur Eksekutif Institute for Development of Economic and Finance (Indef) Eko Listiyanto berpendapat, ketidakstabilan keamanan yang terjadi di dalam negeri memang tidak secara langsung mempengaruhi aktivitas bisnis di Indonesia. Hanya saja, kerusuhan yang tak kunjung usai akan menimbulkan citra yang kurang baik terhadap kegiatan investasi.
"Terutama ini akan berdampak kurang baik bagi image keamanan investasi di sana (Papua)," jelas Eko, Senin (19/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Papua kan sejauh ini dikenalnya sebagai ladang investasi tambang, tapi kan memang kontribusinya tidak banyak. Jadi kalau menurut saya, dampak ke ekonomi nasional hanya lewat image keamanan investasinya saja," imbuhnya.
Direktur Riset Center of Reform On Economics (CORE) Mohammad Faisal juga sepakat bahwa perekonomian secara nasional tidak akan langsung terpengaruh oleh kejadian tersebut. Hanya saja, kejadian ini sudah menyandang nama Indonesia di dalamnya, sehingga persepsi investor tentang keamanan berinvestasi di Indonesia bisa berubah.
Kondisi ini, lanjut dia, juga lebih mengancam perekonomian nasional jika merembet ke wilayah lainnya.
"Meski investasi yang masuk ke Papua ini mungkin sedikit, tapi jika kerusuhan dibiarkan terus menerus tentu akan mempengaruhi sisi ekonomi lain dari Papua, misalnya produksi manufaktur atau aktivitas pertambangan. Sehingga lambat laun itu akan mempengaruhi PDRB Papua Barat dan Papua," jelasnya.
Agar persepsi investasi di Indonesia tetap cerah, Faisal meminta pemerintah untuk tetap menenangkan investor. Pertama, pemerintah harus memastikan bahwa posisi Manokwari jauh dari pusat pemerintahan dan ekonomi yang utama. Kedua, harus ada upaya untuk menjelaskan situasi ini ke negara-negara yang memang menjadi mitra ekonomi utama Indonesia.
"Hal ini harus dilakukan karena kerusuhan yang membawa-bawa nama Indonesia ini mempengaruhi persepsi investor," pungkas Faisal.
[Gambas:Video CNN] (glh/lav)