Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan ruang penurunan terbuka lantaran inflasi diperkirakan masih terjaga hingga akhir tahun. BI meramal, inflasi akhir tahun masih bisa di bawah 3,5 persen secara tahunan.
Menurutnya, inflasi diperkirakan masih terjaga meski ada tantangan musim kemarau yang lebih panjang. Sebab, inflasi masih bisa ditahan oleh komponen harga-harga yang diatur pemerintah (administered prices) yang belakangan terus mencatat deflasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:BI Pangkas Bunga Acuan ke Level 5,5 Persen |
Sementara dari sisi konsumsi, suku bunga yang turun juga bisa mengerek turun bunga kredit konsumsi, sehingga masyarakat tergerak melakukan konsumsi. Perry mengatakan sumber pertumbuhan ekonomi domestik perlu didorong agar ekonomi Indonesia tetap tahan dari tekanan ekonomi global.
Ujung-ujungnya, pertumbuhan kredit juga nantinya bisa memperbaiki pertumbuhan kredit. Adapun pada Juni lalu, pertumbuhan kredit tercatat 9,9 persen secara tahunan atau melambat dibanding Mei yakni 11,1 persen secara tahunan. Meski demikian, ia yakin pertumbuhan kredit hingga akhir tahun bisa mencapai 10 persen hingga 12 persen.
Kendati begitu, kebijakan suku bunga bukan satu-satunya opsi BI di dalam memperbaiki pertumbuhan ekonomi. BI, lanjut Perry, memiliki opsi kebijakan lain yakni kebijakan makroprudensial demi mendorong kapasitas likuiditas jasa keuangan.
Sebelumnya, sudah ada beberapa kebijakan makroprudensial yang ditempuh, seperti pelonggaran Giro Wajib Minimum (GWM) sebesar 50 basis poin dan pelonggaran Rasio Intermediasi Perbankan (RIM) pada Juli lalu. Namun, ia memberi sinyal bahwa kebijakan makroprudensial tak akan berhenti di situ saja.
"Kebijakan makroprudensial yang akomodatif akan terus ditempuh untuk mendorong pembiayaan kredit perbankan dan memperluas cakupan capacity to lend," pungkas dia.
Pada hari ini, Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) memutuskan untuk menurunkan tingkat suku bunga acuan 7DRRR sebesar 25 basis poin ke posisi 5,5 persen pada bulan ini. Tingkat suku bunga deposit facility dan bunga lending facility juga turun ke 4,75 persen dan 6,25 persen.
Ini mengikuti jejak bulan lalu, di mana otoritas moneter juga telah menurunkan suku bunga 25 basis poin.
[Gambas:Video CNN] (glh/lav)