Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper Jordan mengatakan sentimen global secara dominan menekan pergerakan IHSG.
"Terutama dari indikasi resesi di AS dan kelanjutan perang dagang," kata Dennies dikutip dari risetnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pelemahan diakibatkan oleh sentimen global," ujarnya.
Ia memprediksi indeks akan melaju di rentang support 6.184-6.211 dan resistance 6.266-6.294.
Senada, Analis Reliance Sekuritas Lanjar Nafi juga memprediksi IHSG melemah. Ia memperkirakan IHSG akan bergerak di rentang 6.200-6.260.
"Secara teknikal diperkirakan IHSG bergerak cenderung tertekan," tutur dia.
Pada penutupan perdagangan Kamis (22/8), IHSG berhenti di zona negatif. Indeks ditutup di level 6.239 turun 13,72 poin atau 0,22 persen.
[Gambas:Video CNN]
Sementara itu, saham-saham utama Wall Street ditutup variatif pada perdagangan Kamis (22/8). Pasalnya, investor menunggu pidato Gubernur Bank Sentral AS Jerome Powell terkait petunjuk kebijakan suku bunga acuan The Fed.
Dow Jones naik 49,51 poin atau 0,19 persen menjadi 26.252. Lalu, S&P 500 turun 1,48 poin atau 0,05 persen menjadi 2.922 dan Nasdaq Composite turun 28,82 poin atau 0,36 persen menjadi 7.991. (ulf/bir)