"Policy (kebijakan) yang sudah dilakukan oleh BI akan kami sinkronkan dengan pemerintah, baik fiskal ke depan maupun yang sekarang," tutur Sri Mulyani di Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (23/8).
Menurutnya, BI melakukan penurunan bunga acuan BI karena arah kebijakan moneter dari bank-bank sentral di dunia mengarah pada hal yang sama. Selain itu, ia mengatakan BI mungkin sengaja menurunkan bunga acuan agar bisa memberikan stimulus kepada perekonomian Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti diketahui, sejumlah lembaga terus mengoreksi perkiraan pertumbuhan ekonomi global dan sejumlah negara di dunia, termasuk Indonesia. Hal ini dilakukan lantaran ada bayang-bayang perlambatan ekonomi yang dipicu oleh berbagai hal.
Mulai dari perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dengan China, konflik geopolitik di Timur Tengah, hingga fluktuasi harga komoditas di pasar internasional.
Sebelumnya, Rapat Dewan Gubernur BI memutuskan untuk menurunkan tingkat suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) ke posisi 5,5 persen pada bulan ini. Begitu pula dengan tingkat suku bunga deposit facility dan bunga lending facility yang turun ke 4,75 persen dan 6,25 persen.
Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan keputusan ini diambil dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi global dan domestik. "Dinamika ekonomi global tersebut perlu dipertimbangkan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi domestik dan menjaga arus modal asing sebagai penopang stabilitas eksternal," imbuh Perry.
[Gambas:Video CNN] (uli/bir)