Ia mengklaim pernyataannya menyebutkan Kalimantan Timur sebagai salah satu alternatif, di samping Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan. "Alternatifnya, kan kemarin itu antara lain sudah saya koreksi. Itu salah kutip saja," ujarnya, Jumat (23/8).
Saat ini, lokasi ibu kota baru dalam proses studi Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas). Ia meminta masyarakat untuk menunggu hasil studi itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya ia memastikan lokasi ibu kota baru akan berada di Provinsi Kalimantan Timur. "Iya Kalimantan Timur, tapi belum tahu lokasi spesifiknya di mana ya belum," terang Sofyan di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis (22/8).
Menanggapi munculnya nama Kalimantan Timur, Presiden Jokowi tak membantah. Namun, ia mengatakan masih menunggu satu sampai dua kajian terkait pembangunan ibu kota baru menggantikan DKI Jakarta itu.
Rencana pemindahan ibu kota ke Kalimantan sudah disampaikan Jokowi ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Pemerintah mengestimasi setidaknya dibutuhkan biaya sekitar Rp323 triliun sampai Rp466 triliun untuk membangun ibu kota baru.
Kendati begitu, pemerintah memastikan uang negara yang akan digunakan untuk membangun ibu kota baru hanya sebesar Rp93 triliun.
[Gambas:Video CNN] (ulf/bir)