Ketua Umum Kamar dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan P. Roeslani memaparkan tingkat NIM di negara tetangga Asia Tenggara lebih rendah dari Indonesia. Untuk NIM di Singapura misalnya, kurang lebih hanya sebesar 1,3-1,4 persen, Malaysia 1,6-1,7 persen, Vietnam 2,4-2,5 persen, dan Filipina di bawah 3 persen.
Bahkan, negara maju Korea Selatan tingkat NIM sebesar 1,5-1,6 persen. Sedangkan NIM Indonesia sebesar 4,9 per Juni 2019 berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan demikian, pelaku usaha lebih leluasa mengembangkan bisnis yang memberikan dampak penciptaan lapangan kerja.
"Bukannya kami ingin mengatur NIM tapi kenyataannya di negara tetangga, tidak ada satu pun yang NIM-nya di atas 3 persen," tuturnya.
"NIM sekarang sudah turun Alhamdulillah kami mengucapkan terima kasih ke Pak Wimboh (Ketua Dewan Komisioner OJK), kami guyub rukun dengan OJK, karena peningkatan efisiensi sudah ada hasilnya," ujarnya.
[Gambas:Video CNN]
Meski sudah turun, ia menyatakan tingkat NIM perbankan masih berpeluang ditekan. Salah satu upaya penekanan bisa dilakukan dengan melakukan efisiensi di tubuh perbankan.
Efisiensi bisa dilakukan melalui pengembangan Teknologi Informasi (IT).
"Ini masih bisa turun kuncinya adalah meningkatkan efisiensi dalam dunia perbankan," katanya.