Surat utang tersebut rencananya diterbitkan tahun depan. Saat ini, Anies mengaku masih melakukan kajian. "Yang jelas, buat investor Jakarta menarik, karena return jelas," terang dia di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (26/8).
Ia menyebut dana yang diperoleh dari penerbitan surat utang tersebut nantinya langsung dimasukkan ke Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Tujuannya, untuk pembangunan tahun berikutnya. "Nanti masuk ke APBD," katanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain pembiayaan dari surat utang, rencananya kebutuhan anggaran juga ditutup dari pendanaan dari APBD, pinjaman ke Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), hingga kerja sama dengan swasta.
Sebenarnya, rencana penerbitan surat utang daerah juga pernah dilempar oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Namun, ia mengatakan sampai saat ini belum mendapat izin penerbitan surat utang daerah dari Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo.
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah sempat diklaim menjadi daerah yang paling siap untuk menerbitkan surat utang bersama Jawa Barat. Rencananya, Jawa Tengah akan menerbitkan surat utang sebesar Rp2 triliun untuk membiayai sejumlah pembangunan infrastruktur.
Tak hanya Jawa Tengah, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil bilang ingin melakukan penerbitan surat utang daerah. Hal ini perlu dilakukan untuk memaksimalkan pembangunan dan memacu pertumbuhan ekonomi Tanah Pasundan.
"Ibaratnya Jawa Barat ini kecepatannya hanya 50 km per jam kalau pakai dana APBD, tapi dengan obligasi daerah kecepatannya bisa naik jadi 80 km per jam. Sekarang saja sudah 5,6 persen pertumbuhan ekonomi, apalagi nanti dengan obligasi daerah dan pengembangan kualitas, lebih cepat lagi," tandasnya.
[Gambas:Video CNN] (uli/bir)