"Sejauh ini yang sudah dimonitor Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) migas hanya 672 ribu barel per hari," ucap Kepala SKK Migas Dwi Dwi Soetjipto, Rabu (28/8).
Meski demikian, Dwi mengaku tak akan berpangku tangan. Ia berjanji akan membantu KKKS demi bisa mencapai target RAPBN 2020. Ia berkomitmen untuk mencari jalan keluar agar lifting minyak bisa meningkat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini tugas kami, pekerjaan rumah kami," imbuhnya.
"Dengan penambahan proyek tadi, setidaknya bisa mengurangi rasio penurunan produksi. Tapi saat ini, dengan upaya-upaya itu semoga decline rate tidak lebih dari 3 persen," pungkas Dwi.
Dalam kesempatan yang sama, Anggota Komisi VII DPR fraksi Demokrat Muhmmad Nasir menyatakan KKKS masih mampu memaksimalkan produksi agar lifting minyak sebesar 755 ribu barel per hari bisa terwujud. Ia menyarankan KKKS mencari teknologi yang bisa meningkatkan produksi.
"Menurut saya dimaksimalkan lagi bisa capai 800 ribu barel per hari. Kalau ada teknologi lagi pasti ada peningkatan. Seharusnya bisa optimis supaya KKKS di-push lagi," pungkas Nasir.
[Gambas:Video CNN] (aud/glh)