"Melihat angka (inflasi) tahunan ini kita bisa simpulkan angkanya masih terkendali karena targetnya 3,5 persen. Tentunya, kami berharap inflasi di bulan-bulan berikutnya tetap terkendali," ujar Kepala BPS Suhariyanto dalam konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Senin (2/9).
Kondisi tingkat harga pada Agustus 2019 berbeda dibandingkan Agustus 2018 lalu yang tercatat deflasi 0,05 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Harga Emas Bangkit Jadi Rp768 Ribu per Gram |
"Kenaikan harga emas ini akan mengikuti kenaikan harga emas di pasar internasional. Karena ketidakpastian ekonomi global sehingga masyarat beralih pada investasi emas," tutur dia.
Lalu, kelompok inflasi kelompok kesehatan tercatat sebesar 0,59 persen dengan andil 0,02 persen.
Inflasi juga terjadi pada kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,23 persen dengan andil 0,06 persen terhadap total inflasi.
Sementara itu, untuk kelompok bahan makanan tercatat deflasi sebesar 0,19 persen dengan andil 0,06 persen. Beberapa komoditas yang memberikan andil terhadap deflasi kelompok bahan makanan adalah bawang merah, bawang putih, dan daging ayam ras.
"Harga bawang merah mengalami penurunan karena sedang panen raya di beberapa sentra seperti di Bima dan Nganjuk," imbuh Suhariyanto.
Deflasi juga terjadi pada kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,55 persen dengan andil 0,1 persen. Berdasarkan komponen penyumbang, komponen inti mengalami inflasi tertinggi sebesar 0,43 persen.
Di sisi lain, komponen harga pangan bergejolak (volatile foods) merupakan deflasi 0,25 persen. Lalu, komponen tingkat harga yang diatur pemerintah (administered price) juga deflasi 0,4 persen.
Suhariyanto menilai daya beli masyarakat masih cukup baik mengingat, secara tahunan, inflasi inti masih di atas 3 persen yaitu 3,3 persen.
[Gambas:Video CNN]
Berdasarkan wilayah, dari 82 kota IHK, inflasi terjadi di 44 kota dengan inflasi tertinggi di Kudus sebesar 0,82 persen dan inflasi terendah di Tasikmalaya, Madiun dan Pare-pare sebesar 0,04 persen.
Sedangkan 38 kota lainnya mengalami deflasi yaitu yang tertinggi di Bau-bau sebesar 2,1 persen dan deflasi terendah terjadi di Tegal dan Palopo sebesar 0,02 persen. (sfr/bir)